5 Mata Uang Dengan Nilai Tukar Yang Tinggi

5 Mata Uang Dengan Nilai Tukar Yang Tinggi

omen.xyz. Tentunya kalian tidak asing lagi kan, dengan nama satu ini yaitu, uang yang sudah banyak orang mengenal nya. Namun, banyak orang yang tidak tahu tentang mata uang yang di tukar paling tingggi nilai nya.

Hal tersebut, Ada juga yang berpkiran bahwa nilai tukar uang yang paling tinggi itu dollar Amerika serikat, Euro dan juga fondsterling, nyatanya itu salah yang ke tiga itu tidak termasuk ke dalam mata uang yang paling tinggi.

Baca juga: Gunakan 5 Metode Smart Gols Untuk Menggapai Target

Tapi, sebelumya harus kalian pahami, kalau mata uang akan menjadi naik tergantung dari berbagai macam hal yang mendukung. Pada saat ini kita akan mengupas permasalahan tentang nilai uan gtukar yang paling tingggi.

Apa aja Mata Uang tukar yang paling tinggi?

5 Mata Uang Dengan Nilai Tukar Yang Tinggi

Berikut di bawah ini mata uang dengan nilai paling tinggi:

  • Dinar Kuwait

Taukah kalian bahwa setiap Per bulan Juni 2021, Dinar Kuwait salah satu yang memegang posisi mata uang paling tinggi. Menjadi mata uang dengan kode KWD itu katanya memiliki nilai lebih dari 3,31 USD. Karena, membuat Dinar Kuwait sangat mahal. Disebabkan kondisi ekonomi di setempat yang kuat dan stabil berkat industri minyak yang besar di sana.

  • Dinar Bahrain

Baik setelah membahas Dinar Kuwait,ada lagi nilai tukar paling tinggi yaitu, Dinar Bahrain berhasil menjadi posisi sebagai mata uang tertinggi di dunia saat ini dengan nilai 2,65 USD per dinar. Sama seperti Kuwait, Bahrain juga memiliki kekayaan minyak yang melimpah. Ekonomi masyarakat Bahrain sangat bergantung pada industri minyak dan ekspor produk petroleum. 

Bukan hanya menggunakan mata uang itu saja Selain Dinar, penduduk Bahrain ternyata menggunakan Riyal Arab Saudi. Hal itu, untuk melakukan transaksi. Nilai 1 Dinar Bahrain sama dengan 10 Riyal Arab Saudi.

  • Rial Oman

Selanjutnya, Rial Oman menjadi di posisi ketiga sebagai mata uang tertinggi di dunia. Nilainya berjumlah hampir 2 kali lipat dari Poundsterling Inggris dan 2,60 kali dari Dolar Amerika Serikat. Dari sejak tahun 1973, nilai Rial Oman diperkirakan ke Dolar Amerika Serikat.

Menjadi tingginya nilai mata uang tersebut, pemerintah sangat kebingungan dengan nilai mata uang semakin tinggi. Sehingga pemerintah terpaksa harus mengeluarkan mata uang dengan pecahan setengah dan seperempat Rial Oman.

Itu terjadi, karena disebabkan oleh kekayaan minyak yang dimiliki oleh negara ini, Rial Oman menjadi berkembang karena, sebuah negara dengan standar hidup yang sudah sangat tinggi. Tapi, pada saat beberapa tahun ke belakang. pemerintah berusaha membagi sebuah pemasukan dengan berinvestasi, salah satunya di bidang metalurgi, produksi gas dan pariwisata.

  • Dinar Yordania

Mata uang lainnya yang juga memiliki nilai paling tinggi di dunia saat ini adalah Dinar Jordan. Mata uang ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1949 untuk menggantikan Pound Palestina. Terlepas dari tingginya nilai mata uang tersebut.

Membuat kesulitan untuk menjelaskan kenapa penyebab nya negara tersebut tidak menjadi berkembang dari segi perekonomian. Bukan hanya negara itu juga, namun Yordania juga termasuk memiliki utang yang sangat besar. Menurut pakar keuangan, membuat banyak pertanyaan, kenapa Dinar Yordania nilainya tinggi? karena pemerintah sudah menetapkan nilai tukar yang menjadi tetap terhadap mata uang tersebut.

Baca juga:

  • Poundsterling Inggris

Setiap orang sudah berfikiran kalo mata uang Inggris akan menduduki posisi yang pertama sebagai negara dengan mata uang paling tinggi di dunia. Tapi, nyatanya pada saat tahun 2021 sekarang, ketika di cari infomasi lagi tentang kedudukan poundsterling.

Ternyata hanya berada di posisi kelIma saja dengan nilai setara dengan 1,38 USD. Bukan hanyaitu, Poundsterling menjadi mata uang nomor empat yang paling banyak dipertukarkan di dunia. Hanya kalah dari Dolar Amerika Serikat, Euro dan Yen Jepang.

Oleh karena itu mempunyai mata uang yang tinggi di dunia, membuat tidak selalu berdampak positif bagi sebuah negara. Tentunya, semua nya tergantung pada tipe ekonomi seperti apa yang dimiliki oleh negara tersebut. Menjadi Negara yang nilai mata uangnya rendah.

Maka , bisa saling membantu dengan negara lain untuk meningkatkan sebuah ekspor. Karena produk yang mereka miliki lebih murah dibandingkan dengan negara yang mata uangnya jauh lebih tinggi. Nah, untuk itu mata uang dengan nilai yang paling tinggi, akan memiliki daya beli yang lebih besar.

You May Also Like

About the Author: melia

Leave a Reply

Your email address will not be published.